Ende, 19 Juni 2026 – Yayasan Tananua Flores menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) yang dirangkaikan dengan pemilihan Pengurus, Pengawas, dan Direktur baru untuk periode 2026–2030.
Dalam forum tersebut, Halimah Tus’adyah dipercaya untuk memimpin Yayasan Tananua Flores sebagai Direktur yang baru.
Terpilihnya Halimah Tus’adyah menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan Yayasan Tananua Flores, terutama dalam mengimplementasikan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030 yang berfokus pada penguatan kelembagaan, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan dan pengembangan masyarakat.
Dalam sambutan perdananya sebagai Direktur, Halimah menegaskan pentingnya transformasi organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan digital harus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas kerja, efektivitas program, serta memperluas dampak pelayanan Yayasan Tananua Flores kepada masyarakat.
“Kita hidup di era di mana kerja harus berbasis data dan bukti. Setiap program dan kegiatan perlu direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi berdasarkan fakta serta kebutuhan nyata masyarakat. Dengan demikian, setiap langkah yang kita ambil dapat memberikan manfaat yang lebih besar dan terukur,” ujar Halimah Tus’adyah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja kolaboratif di seluruh lini organisasi. Menurutnya, keberhasilan lembaga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekuatan kerja sama dan koordinasi yang baik antaranggota tim.
“Kerja sama harus terus ditingkatkan. Koordinasi yang baik antar tim menjadi kunci keberhasilan organisasi. Kita perlu meninggalkan ego sektoral maupun ego pribadi demi mencapai tujuan bersama. Ketika setiap orang bekerja dengan semangat kolaborasi, maka organisasi akan tumbuh lebih kuat dan mampu menghadirkan perubahan yang nyata,” tambahnya.
Selain itu, Halimah memberikan perhatian khusus pada peningkatan kapasitas staf lapangan sebagai ujung tombak pendampingan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program-program Yayasan Tananua Flores sangat bergantung pada kemampuan para pendamping dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat, memahami kebutuhan di tingkat akar rumput, serta menghadirkan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
“Staf lapangan adalah wajah dan kekuatan utama Yayasan Tananua Flores di tengah masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka harus menjadi prioritas, baik melalui pelatihan, penguatan keterampilan teknis, kemampuan fasilitasi, pengelolaan data, maupun pemanfaatan teknologi digital. Dengan staf lapangan yang kompeten dan profesional, kualitas pendampingan kepada masyarakat akan semakin efektif dan berdampak,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa staf lapangan tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai fasilitator perubahan sosial yang mampu mendorong partisipasi masyarakat, memperkuat kemandirian kelompok dampingan, serta memastikan keberlanjutan hasil-hasil pembangunan di tingkat komunitas.
Halimah mengajak seluruh pengurus, pengawas, staf, serta mitra kerja untuk bersama-sama membangun Yayasan Tananua Flores yang lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah perubahan yang semakin cepat.
Dengan kepemimpinan baru ini, Yayasan Tananua Flores diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta pembangunan berkelanjutan di wilayah Flores dan sekitarnya.
Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya staf lapangan, Yayasan Tananua Flores optimistis dapat menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat yang didampingi.***Jhuan

.jpg)

0 Komentar