ENDE — Yayasan Tananua Flores menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di tujuh desa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 22 Oktober 2026. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memperkuat proses pemulihan setelah bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan di Desa Tonggopapa dan Wologai II, Kecamatan Ende; Desa Randoria, Kecamatan Detusoko; Desa Wolomuku dan Jeodua, Kecamatan Detukeli; serta Desa Liselande dan Tiwusora, Kecamatan Kota Baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Tananua Flores untuk mendampingi masyarakat yang menghadapi dampak bencana dan membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat dan melibatkan dukungan para mitra serta donatur. Dalam kegiatan tersebut, setiap kepala keluarga penerima bantuan memperoleh lima kilogram beras, 15 butir telur, dan dua liter minyak goreng.
Di tengah situasi pascabencana, bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban rumah tangga, terutama keluarga yang masih berupaya memulihkan kondisi kehidupan mereka setelah mengalami guncangan gempa.
Camat Kota Baru Apresiasi Dukungan Tananua Flores
Camat Kota Baru, Agus Sanggu, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Tananua Flores beserta para mitra dan donatur atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Desa Liselande dan Tiwusora.
Ia mengapresiasi koordinasi, komunikasi, dan kemitraan yang telah terjalin antara Yayasan Tananua Flores dan pemerintah. Menurutnya, dukungan dari organisasi masyarakat sipil bersama para donatur menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dibutuhkan masyarakat ketika menghadapi situasi sulit akibat bencana.
Kehadiran berbagai pihak melalui penyaluran bantuan, lanjutnya, menunjukkan bahwa masyarakat terdampak masih mendapatkan perhatian dan dukungan dari lingkungan yang lebih luas.
Atas nama pemerintah dan masyarakat, Agus menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Tananua Flores serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membantu warga.
Ia juga berharap pemerintah desa dapat memastikan bantuan dikelola dan disalurkan secara bertanggung jawab, transparan, serta tepat sasaran. Dengan demikian, bantuan yang tersedia dapat diterima oleh keluarga yang benar-benar menjadi sasaran sesuai dengan mekanisme pendataan dan penyaluran yang ditetapkan.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah, lembaga pendamping, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar penanganan dampak bencana dapat berjalan dengan baik.
Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dalam merespons kebutuhan warga, terutama ketika sumber daya yang tersedia di tingkat lokal masih terbatas.
Posko Kepedulian dan Dukungan Para Donatur
Heribertus Se Ketua I Pengurus Yayasan Tananua Flores menjelaskan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan untuk mendukung masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores.
Sebagai bentuk kepedulian, yayasan membuka posko kepedulian dan menggalang dukungan dari individu maupun lembaga yang bersedia membantu warga terdampak. Bantuan yang kemudian disalurkan merupakan hasil dukungan dan kepercayaan para mitra serta donatur yang memilih untuk berkontribusi melalui Tananua Flores.
Dalam penyaluran di tujuh desa tersebut, bantuan difokuskan pada kebutuhan pangan keluarga. Beras, telur, dan minyak goreng dipilih sebagai bahan kebutuhan pokok yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam masa pemulihan.
Menurutnya bahwa solidaritas kemanusiaan perlu diwujudkan melalui tindakan konkret. Dukungan tidak cukup berhenti pada ungkapan simpati, tetapi perlu diterjemahkan menjadi upaya yang menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui penggalangan dan penyaluran bantuan, yayasan berupaya mempertemukan kepedulian para donatur dengan kebutuhan warga. Pola ini juga memperlihatkan pentingnya kerja sama lintas pihak dalam memperluas jangkauan bantuan, terutama ketika masyarakat menghadapi dampak bencana di sejumlah wilayah.
Meski bantuan pangan memiliki keterbatasan dari sisi jumlah dan cakupan kebutuhan, dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah awal untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari menata kembali kehidupan mereka.
Perhatian Khusus bagi Bayi, Balita, dan Ibu Hamil
Selain bantuan pangan untuk keluarga, Yayasan Tananua Flores juga menghimpun dukungan bagi kelompok rentan, termasuk bayi, balita, dan ibu hamil.
Dukungan bagi kelompok rentan menjadi perhatian karena kebutuhan mereka tidak selalu dapat dipenuhi hanya melalui bantuan pangan umum. Bayi, balita, dan ibu hamil memiliki kebutuhan khusus yang perlu diperhatikan dalam situasi bencana maupun masa pemulihan.
Oleh karena itu, penyaluran bantuan perlu disesuaikan dengan hasil pendataan dan kondisi keluarga penerima. Koordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait juga penting untuk memastikan kebutuhan yang paling mendesak dapat dikenali dan ditangani secara tepat.
Dalam konteks pemulihan pascabencana, pendekatan yang memperhatikan kelompok rentan dapat membantu memastikan bahwa bantuan tidak hanya menjangkau masyarakat secara luas, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan anggota masyarakat yang memerlukan perhatian khusus.
Heri Se berharap dukungan dari mitra dan donatur dapat terus diperkuat sehingga masyarakat terdampak memperoleh bantuan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Liselande dan Tiwusora Sambut Bantuan dengan Syukur
Pemerintah Desa Liselande bersama Lembaga Pengelola Hutan Adat Masyarakat (LPHAM) menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada keluarga-keluarga di wilayah tersebut.
Bantuan itu disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat. Di tengah pengalaman menghadapi guncangan gempa dan ketidakpastian setelah bencana, perhatian dari berbagai pihak menjadi pengingat bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit.
Bagi warga, kehadiran pemerintah, lembaga pendamping, mitra pembangunan, dan donatur memiliki arti lebih luas daripada nilai material bantuan yang diterima. Perhatian tersebut dapat memperkuat hubungan sosial dan mendorong masyarakat untuk tetap saling mendukung selama proses pemulihan berlangsung.
Namun, pemulihan pascabencana membutuhkan upaya yang berkelanjutan. Pemenuhan kebutuhan pangan perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kondisi tempat tinggal, aktivitas ekonomi, akses terhadap pelayanan dasar, serta kebutuhan sosial masyarakat.
Penyaluran bantuan ke tujuh desa pada 22 Oktober 2026 menjadi salah satu wujud kepedulian tersebut. Melalui dukungan para mitra dan donatur, Yayasan Tananua Flores berupaya menghadirkan bantuan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat terdampak.
Oleh : Herman N Lion

.jpg)

0 Komentar